Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Maret 2014

Pemilu dan Masalah Kompleks Negara



                Tahun 2014 dianggap sebagai tahun politik bagi sebagian rakyat Indonesia, mengapa sebagian? Jawaban yang paling singkat adalah karena masih banyak rakyat Indonesia sendiri yang bersikap acuh tak acuh terhadap penyelenggaraan Pemilu.

                Pemilu yang akan diselenggarakan pada 9 april 2014 merupakan sebuah momentum besar bagi rakyat Indonesia untuk menentukan masa depan  Indonesia. Selain itu pemilu juga sebuah pesta rakyat untuk menentukan calon pemimpin yang akan menahkodai kapal besar yang panjangnya dari sabang sampai merauke.

                Setiap penyelenggaraan pemilu akan selalu diwarnai oleh berbagai macam kejadian, mulai dari konflik antar parpol saat masa kampanye, penentuan koalisi dan oposisi dari berbagai parpol, sampai penggugatan ke Mahkamah Konstitusi yang (biasanya) dilakukan oleh peserta maupun  para pendukung yang kalah dalam pemilu mendatang.

                Akan tetapi penyelenggaraan pemilu pun memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sektor yang terkena dampak nyata dari pemilu adalah sektor perekonomian. Baik ekonomi makro, menengah maupun mikro sama-sama terkena dampak positif dari penyelenggaraan pemilu 2014. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang kembali menguat dari sebelumnya sempat menyentuh angka Rp.12.250 pada awal tahun 2014.

                Sektor Usaha Kecil-Menengah (UKM) pun terjadi peningkatan yang signifikan terutama dari pembelanjaan parpol untuk atribut kampanye membuat para pengusaha disektor yang bersangkutan mendapat order yang sangat banyak. Selain itu penyewaan alat dan tempat untuk kampanye pun semakin meningkat. Jelas sekali ini akan mengembangkan ekonomi disektor UKM.

                Walaupun pemilu berkorelasi positif terhadap Indonesia, masih sering kita lihat permasalahan tentang pemilu yang berlarut-larut dan bentuknya sama persis seperti pemilu-pemilu sebelumnya. Contoh nyatanya adalah logistik untuk penyelenggaraan pemilu yang tidak pernah lepas dari kesalahan teknis maupun nonteknis.

Penurunan partisipasi masyarakat terhadap pemilu juga terjadi signifikan. Tercatat dari pemilu 1998 angka partisipasi masyarakat menyentuh 93%, lalu ditahun 2004 menurun menjadi 81% dan terakhir di tahun 2009 hanya menjadi 74% saja. Angka golput yang semakin besar dari setiap penyelenggaraan pemilu menunjukkan masih banyak permasalahan yang bersifat teknis maupun non-teknis.

                Para akademisi,  KPU, pemerintah, LSM, dan lain sebagainya selalu menjadikan golput sebagai objek kajiannya.  Hal ini berkaitan untuk memperbaiki dan mengurangi angka golput dimasyarakat. Namun berbagai macam kajian, penelitian, dan tindakanpun sudah sering dilakukan, akan tetapi belum menunjukkan hasil yang memuaskan bahkan bisa dibilang masih jauh dari memuaskan.

Masalah Besar dibalik Angka Golput

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh pakar psikologi terhadap partisipasi masyarakat untuk  korban bencana mungkin akan sedikit membantu untuk menjelaskan fenomena golput ini dari sisi psikologis manusia.

Penelitian ini dilakukan dengan dua cara untuk menemukan korelasi antara keduanya. Cara yang pertama, para peneliti meneliti tingkat partisipasi masyarakat untuk memberikan donasinya terhadap suatu bencana alam. Peneliti meyakinkan partisipan untuk memberikan donasi yang akan disalurkan untuk korban bencana alam dengan menunjukan betapa parahnya dampak bencana. Lalu cara yang kedua adalah peneliti meneliti tingkat partisipasi  masyarakat untuk memberikan donasinya hanya kepada anak kecil yang menjadi korban bencana alam yang sama. Partisipan ditunjukkan gambar anak kecil yang sedang sekarat dirumah sakit dan sangat membutuhkan bantuan dari para donatur.

                Lalu bagaimanakah hasil dari penelitian ini? Hasil yang menarik ditunjukkan dari penelitian ini. Para peneliti menemukan bahwa partisipan lebih mempunyai keinginan yang besar untuk menolong anak kecil yang menjadi korban bencana alam dari pada memberikan donasi yang ditunjukkan langsung untuk bencana alam tersebut.

Peneliti mengambil kesimpulan bahwa saat dihadapkan terhadap permasalahan yang besar dan kompleks, manusia cenderung enggan untuk membantu dikarenakan merasa permasalahan tersebut begitu besar sehingga bantuan yang mereka berikan tidak akan berarti apa-apa. Disisi lain ketika dihadapkan dengan masalah yang cenderung lebih kecil-dalam kasus ini adalah anak kecil yang menjadi korban bencana alam- mereka tergugah dan secara sukarela memberikan bantuannya untuk menolong si anak kecil tersebut karena mereka merasa bantuannya akan memberi dampak yang nyata bagi si anak kecil ini.

Penelitian ini dapat dikaitkan dengan penyelenggaraan pemilu dan tingginya angka golput dalam setiap penyelenggaraan pemilu. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa pemilu merupakan sarana rakyat untuk memilih calon pemimpinnya yang akan menentukan nasib bangsa ini dalam lima tahun kedepan. Masalah yang dihadapi calon pemimpin dan rakyatpun bukanlah masalah yang kecil akan tetapi masalah yang sangat kompleks dan besar.

Berdasarkan pemaparan diatas, mungkin saja salah satu penyebab tingginya angka golput disebabkan karena setiap penyelenggaraan pemilu masyarakat dihadapi pada masalah-masalah besar negara ini. Sehingga masyarakat merasa ragu untuk mememilih dengan alasan satu suara yang mereka berikan tidak dapat memberikan dampak yang besar bagi penyelesaian masalah yang dihadapi negara ini.

Jokowi sang Fenomena

                Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan dengan keputusan Megawati Soekarno putri melalui surat yang beliau tunjukan kepada Jokowi yang intinya mengatakan bahwa Jokowi merupakan calon presiden dari PDI-P.
                Walaupun keputusan ini sudah banyak diperkirakan sebelumnya oleh kebanyakan para ahli tetapi tetap saja bahwa pencapresan Jokowi merupakan hal yang sangat mengejutkan ditengah-tengah opini yang beredar bahwa ibu Mega masih berniat menjadi Presiden. Megawati padahal mempunyai hak preogratif untuk menentukan capres dari PDI-P termasuk memilih dirinya sendiri, akan tetapi beliau dengan bijak memilih mendengarkan aspirasi rakyat dengan memilih Jokowi.

                Sejak ditetapkannya Jokowi menjadi capres dari PDI-P, geliat ekonomi menunjukan perubahan menuju arah yang positif. Terlihat dari turunnya angka inflasi yang pada awal tahun sempat meninggi. Setali  tiga uang dengan angka inflasi begitu juga dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang sempat menyentuh angka Rp.12.250  menjadi Rp.11.300 tepat sesaat Jokowi dicalonkan menjadi capres.

                Pencapresan Jokowi juga berimbas kepada kenaikan transaksi saham. Seperti yang dikutip dari Kepala perwakilan bursa efek Indonesia (BEI) Semarang Cahyanto Kristiadi mengatakan nilai transaksi rata-rata 5-6 trilliun per hari, namun sejak Jokowi ditunjuk sebagai capres angka tersebut melonjak menjadi 16 Trilliun perhari.

                Dari Indeks harga saham gabungan (IHSG) juga menguat drastis, pada penutupan Jumat (14/3) seperti yang dikutip dari Republika menunjukan IHSG menguat 3,04 persen atau 143,51 basis poin menjadi 4.869,68 dari penutupan sehari sebelumnya. Pertumbuhan inipun dipicu dari banyaknya investor yang membeli khususnya saham-saham gabungan.

                Para ahli menilai ini sebagai Jokowi Effect’s yang menunjukan kenaikan positif dari berbagai macam sektor semenjak Jokowi dicalonkan sebagai Calon Presiden. Sangat jelas sekali bahwa ini merupakan fenomena yang luar biasa dan sangat jarang terjadi di Indonesia. namun jika dilihat dari tapak tilas Jokowi sebelum-sebelumnya menunjukan bahwa Jokowi merupakan sosok pemimpin yang berbeda dengan yang lain. Beliau merupakan sosok pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat, membela kepentingan rakyat, dan tetap bersikap bersahaja.

                Mungkin faktor-faktor ini pula yang menjadikan kepercayaan publik menjadi tinggi dan optimis semenjak pencalonan Jokowi. Mereka menilai Jokowi dapat memberikan perubahan bagi Indonesia semenjak 16 tahun pasca reformasi. Dengan kualitas yang dimiliki beliau, masyarakat menganggap Jokowi dapat menjadi pemecah kebuntuan demokrasi, birokrasi, politik, ekonomi, dan  masalah kompleks bangsa ini.

                Jika dilihat dari teori yang telah dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa jokowi dapat membuat pemegang hak suara untuk menggunakan suaranya terutama untuk mendukung Jokowi sebagai calon presiden. Sehingga diharapkan dapat menurunkan angka golput terutama dari pihak pro-jokowi yang persebarannya sudah sangat banyak di berbagai kota. Kesimpulan ini didasarkan pada masyarakat yang menilai bahwa Jokowi merupakan solusi bagi Indonesia untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Indonesia.

                Walaupun Jokowi membawa dampak positif terutama dibeberapa hari pencalonan beliau sebagai capres, Jokowi pun tidak lepas dari kritik terutama dipihak yang menilai beliau sebagai kutu loncat karena beliau baru 1,5 tahun memimpin DKI Jakarta. Padahal beliau pernah berkata bahwa beliau akan menyelesaikan masa jabatan 5 tahun sebagai gubernur Ibukota. Selain itu pencalonan Jokowi pun dinilai sebagai gambling dan sarana pendongkrak suara PDI-P di pemilu legislatif mendatang.

                Terlepas dari bagaimana jalannya pemilu kedepan, pencalonan Jokowi ini kita harapkan dapat menjadi angin segar bagi tumbuhnya demokrasi di Indonesia. pertumbuhan demokrasi salah satunya dapat dilihat dari angka partisipasi pemilih yang menggunakan hak pilihnya nanti pada pemilu legislatif dan Presiden mendatang. Semoga saja.

Ditulis oleh
Rezky Akbar Trinovan

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Jumat, 21 Februari 2014

Idealisme Aktivis Menghadapi Tantangan Realitas



The Founding Father Indonesia, Ir.Soekarno, pernah berpidato yang selalu dikenang sampai saat ini. beliau berkata “beri aku seribu orang tua maka akan kucabut semeru dari akarnya, dan berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncangkan dunia” begitu kurang lebih salah satu isi pidato beliau. Bung Karno kala itu melihat realitas yang ada bahwa pemuda merupakan ujung tombak sebuah perjuangan. Ditangan para pemuda pada waktu itulah proklamasi kemerdekaan Indonesia bisa dicapai dengan cepat tanpa ada mempertimbangkan intervensi dari pihak penjajah.

Sampai saat ini, kata-kata dari bung Karno itulah yang selalu melecut semangat pemuda dari tahun ke tahun. Kata-kata tersebut banyak melahirkan aktivis pemuda yang optimis terhadap potensinya, mandiri dalam kehidupannya, dan kritis dalam sikap serta perbuatannya. Dengan lahirnya banyak aktivis pemuda yang mempunyai idealis dan optimisme tinggi berkorelasi erat dengan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan dinegeri ini. dapat dilihat dari betapa cepatnya negara ini semakin maju dan mandiri setelah memperoleh kemerdekannya.

Aktivis pemuda seakan-akan tidak akan pernah ada habisnya, karena memang pemuda tidak akan pernah mati. Dimana masih ada kelahiran disanalah akan ada calon aktivis pemuda. Dengan regenerasi pemuda-pemuda inilah yang membuat negara ini tidak pernah kehabisan ide untuk memperbaiki kondisi negara ini.

Akan tetapi patut diperhatikan, tidak semua pemuda memilih jalan untuk menjadi aktivis. Bukan semata-mata mereka tidak ingin atau tidak peduli. Karena lebih kepada kebebasan masing-masing individu untuk memilih jalan hidupnya. Saat seorang anak tumbuh menjadi seorang pemuda disanalah mereka bebas dalam menentukan jalan hidup yang akan dipilihnya.

Banyak faktor juga yang mempengaruhi sikap pemuda dalam memilih jalannya, 2 faktor utama dapat kita lihat dari mazhab psikologi yaitu behaviorisme dan humanistik. Jika dilihat dari sudut pandang behaviorisme, maka pemuda memilih jalan hidupnya yang sekarang karena dipengaruhi faktor lingkungan yang membentuknya. Jadi lingkungan sangat intens dalam membentuk kepribadian dan jalan hidup seseorang.

Jika ditilik dari humanistik, maka ada faktor lain yang mempengaruhi pilihan pemuda dalam menentukan jalan hidupnya, yaitu faktor diri sendiri dalam menyerap apa yang ada dilingkungan ataupun menolaknya.

Idealis vs realitas

”idelisme tidak selalu berbanding lurus dengan realitas yang tampak, akan tetapi realitas menjadi tolak ukur sejauh mana tingkat idealisme itu sendiri”-rezky-

setelah memilih menjalani kehidupan aktivis, maka merekapun dituntut untuk kritis terhadap apa yang mereka lihat, rasakan, dan hadapi. Pemikiran mereka pun dituntut untuk mencari solusi bukan hanya kritik tanpa arti. Selain itu yang harus dihadapi para aktivis adalah mengaktualisasikan apa yang sudah dikritisi, dipikirkan, dan direncanakan di lingkungannya.

Biasanya para aktivis akan sulit menghadapi realitas yang ada karena berbeda dengan bayangan yang selama ini mereka pikirkan. Idealisme mereka dalam mengkritisi, berpikir, dan melakukan perubahan dalam perbuatan acapkali terhambat oleh realitas yang ada. Belum tentu A dalam kajian mereka akan sama dengan A dalam realitasnya. Oleh karena itu disinilah akan menjadi tolak ukur sejauh mana tingkat idealisme dan usaha mereka memperjuangkan idealisme mereka.


Jika mereka dapat mencari solusi atas perbedaan antara idealisme dan realitas yang mereka hadapi, maka mereka berhasil menaiki satu anak tangga menuju cita-cita mereka. Jika mereka hanya mengeluh terhadap realitas yang ada, maka runtuhlah idealisme yang selama ini mereka bangun.

Senin, 10 Februari 2014

MENYINGKAP INDONESIA DARI SEJARAH HUKUM LAUT

“jangan sekali-sekali melupakan sejarah”-Ir.Soekarno

Kali ini saya terinspirasi dari sebuah pertemuan yang tidak sengaja membawa saja mendalami begitu pentingnya kita mendalami dan menghargai sejarah. Sebuah ungkapan menyatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah perjuangan pahlawannya. Dalam ungkapan ini pahlawan yang dimaksud bukan hanya pahlawan yang sewaktu jaman kolonial dulu berperang melawan penjajah, bahkan pahlawan tersebut bisa saja adalah musuh utama bangsa ini sewaktu jaman penjajahan.

Pada pagi ini saya sengaja dan diijinkan untuk menyelinap ke Fakultas Hukum UNS. Perjalanan saya menyelinap kali ini diawali oleh pertemuan tak sengaja dengan dosen pancasila saya sewaktu semester satu yang juga menjadi pengampu mata pelajaran Hukum Internasional di Fakultas Hukum. Namun bukan cerita pagi ini saya menyelinap atau pertemuan saya dengan dosen saya tersebut yang menjadi awal inspirasi saya, akan tetapi lebih kepada mata pelajaran pertama yang beliau sampaikan sewaktu perkuliahan, yaitu Hukum Laut Internasional kalau tidak salah.

Perjalanan panjang hukum tentang kelautan telah terjadi semenjak beratus abad yang lalu, tepatnya 1493 dimana pada waktu itu bangsa Romawi menguasai dan menjamin keamanan dilaut tengah. Romawi yang pada waktu itu menganut konsepsi Res Communis membebaskan kepada siapapun untuk memanfaatkan laut tengah untuk keperluannya dan keselamatannya dijamin oleh bangsa Romawi pada waktu itu.

Sejarah berlanjut setelah runtuhnya peradaban Romawi dan digantikan kepada abad pertengahan yaitu abad 15-16 dimana banyak negara-negara di eropa menuntut hak atas sebagian laut yang berbatasa dengan garis pantai mereka. Sampai pada akhirnya muncul istilah laut teritorial. Implikasi dari keadaan tersebut adalah berperannya petinggi gereja pada waktu itu yang menyatakan bahwa bumi dibagi menjadi 2 bagian yaitu barat dan timur pada perjanjian Tordesillas dikepulauan Cape verde. Saat itu Spanyol berhak menguasai Timur dunia dari maroko-samudra pasific, lalu Portugal/Portugis menguasai Barat dunia.



Selain pembagian tersebut terdapat juga klaim atas laut utara Eropa yang juga menjadi tonggak utama terbentuknya hukum laut Internasional. Klaim “Domino maris” antara Denmark dan Inggris menjadikan mereka sebagai penganut konsepsi Res Nulius, yaitu Laut tidak ada yang memiliki, sehingga dapat dimiliki dan dikausai masing-masing Negara melalui Okupasi. Hal inilah yang menjadi cikal bakal terjadinya penjajahan di dunia.

Awal mula Indonesia

“Setiap manusia punya sejarahnya, lalu dengan sejarah mereka menganyam masa depan.”  ― Iqbal Syarie, Transit Cinta

Sebagai negara kepualauan yang jumlah nya mecapai 17.000 pulau yang membentang dari sabang sampai marauke, negara ini mempunyai sejarah yang amat panjang dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Bahkan sejarah hukum laut Internasional pun turut berkontribusi dalam sejarah bangsa Indonesia.

Dimulai dari pertentangan Belanda yang pada waktu itu menolak konsep laut tertutup (Mare Clausum) yang ada akibat perjanjian Tordesillas. Pada sekitar abad 16, Belanda yang dipelopori oleh Hugo Grotius menentang konsep laut tertutup dan menginginkan konsep laut terbuka (Mare Liberium). Grotius berpendapat bahwa kepemilikan laut hanya melalui Possesion, karena sangat sulit untuk menetapkan kepemilikan suatu laut yang tidak mempunyai batas yang jelas. Dengan itu juga, Belanda memperjuangkan asas kebebasan berlayar dengan melawan armada-armada Spanyol dan Portugal sehingga pada akhirnya mereka berhasil menemukan Indonesia.

Namun pada akhirnya konsep mare Liberium pun mendapat serangan balik sehingga karena banyaknya perdebatan atas kedua konsep tersebut akhirnya jalan tengahnya adalah dibnuat konsep Res Communis Omniumyang merupakan cikal bakal dari konsep kebebasan dilaut lepas. Konsep inilah yang merupakan bagian dari sejarah bangsa Indonesia dengan beribu-ribu kepulauan dengan luas -+ 5.180.053 km2.

Kedatangan Belanda yang pada waktu itu disebut masa Kolonial selama kurang lebih 3 abad membuat banyak peninggalan penting bagi bangsa Indonesia. Bukan bermaksud untuk mengensampingkan efek penderitaan dari bangsa Belanda pada kurun waktu penjajahan, tetapi kedatangan Belanda pun sangat penting juga bagi sejarah bangsa Indonesia. Karena luas wilayah penjajahan Belanda yang membentang dari sabang sampai marauke tersebutlah yang menjadi cikal bakal luas wilayah Indonesia menjadi sedemikian luasnya.

Mengapa bisa? Hal ini dikarenakan salah satunya dengan menggunakan hukum laut Internasional maka Indonesia berhak mendapatkan hak atas wilayahnya kini termasuk diperbatasan-perbatasan. Karena menurut hukum tersebut, sebuah negara berhak mengambil sebuah wilayah kelautan jika negara tersebut mengokupasi dengan cara menggunakan, mengolah, mengawasi, memperdayakan, dan segala bentuk okupasi lain. Sehingga negara Indonesia bisa mendapatkan luas wilayahnya yang sedemikian luasnya karena okupasi tersebut yang dilakukan baik pada waktu penjajahan Belanda maupun setelahnya.

Jika saja pada waktu itu belanda tidak datang ke Indonesia, bisa jadi Indonesia bukanlah Indonesia yang sekarang, melainkan masih terdiri dari banyak wilayah yang dikuasai oleh kerajaan-kerajaan, atau kalaupun skenarionya tidak seperti itu, maka bisa jadi luas wilayah Indonesia bisa jadi juga tidak seluas seperti sekarang ini.

Okupasi juga saat ini menjadi masalah serius bagi Indonesia, dapat dilihat contoh nyata ketika Indonesia gagal mengklaim kepemilikan atas pulau sipadan dan Ligitan saat sengketa wilayah dengan Malaysia. Jika dilihat dari zona laut teritorial maka pulau Sipadan dan Ligitan bisa saja diklaim oleh Indonesia, akan tetapi karena Malaysia lebih mengelola, menjaga, mengawasi, memperdayakan kedua pulau tersebut maka Makahkamah Internasional mengeluarkan putusan pulau tersebut menjadi milik Malaysia.

Oleh karena itu, jika tidak ingin terjadi hal yang sama dimasa mendatang, maka seluruh elemen masyarakat Indonesia sudah harus mulai memikirkan langkah-langkah untuk menjaga kepulauan terluar di Indonesia dengan cara-cara yang seharusnya. Jangan menunggu sampai terjadi sengketa baru kita mempermasalahkannya bahkan mengutuk masalah tersebut. Padahal dengan mengutuk permasalahan tersebut tidak akan membuat masalah selesai dengan kesepakatan yang menguntungkan Indonesia. Yang ada akan terjadi hal yang sama seperti pulau ligitan dan sipadan.

Memanfaatkan Sejarah

“Sejarah ingin agar kita tidak mengulangi kesalahan pada masa silam dan mengambil pelajaran guna membangun masa kini. Ia ingin agar kita mengambil segi-segi positif yang dimiliki masa lalu dan berusaha menghindari segi-segi negatifnya demi menggapai masa depan yang lebih baik dan cerah.”  ― Yusri Abdul Ghani Abdullah, Historiografi Islam: Dari Klasik Hingga Modern

Jika dilihat dari banyaknya peluang untuk menjadi sebuah bangsa yang besar dari sejarah bangsa ini, maka diharapkan seluruh elemen masyarakat tidak pernah melupakan sejarah bangsa ini. kita harus lantang menolak lupa terhadap semua sejarah yang melekat pada bangsa ini sekecil apapun sejarahnya akan sangat berarti.
Mungkin sejarah hanya dianggap sebagai sebuah kilas peristiwa dimasa lalu oleh orang-orang awam. Akan tetapi bangsa ini dapat menjadi bangsa yang lebih besar kedepannya jika saja sejarah dari bangsa ini dapat dimanfaatkan dengan sebaiknya.

Contoh nyata dari pemanfaatan sejarah adalah luas wilayah Indonesia saat ini, candi-candi dan prasasti-prasasti dijadikan objek pariwisata yang menghasilkan pendapatan ke negara, sejarah yang dibuat menjadi karya seni dan sastra yang turut juga menghasilkan pendapatan bagi pelakunya, dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan sejarah.

Selain itu dengan belajar dari kesalahan pada masa lalu lah kita bisa turut serta memajukan bangsa ini atau setidaknya membuat bangsa ini tidak terjembab pada lubang kesalahan yang sama. Sehingga dengan memanfaatkan sejarah maka banyak manfaat yang akan didapatkan oleh bangsa ini. jangan mau dilupakan dan jangan mau melupakan.

“Tapi barangkali sejarah memang terdiri dari penemuan-penemuan separuh benar, atau separuh salah, hingga kemajuan terjadi” ― Goenawan Mohamad

jika dalam penulisan ini terdapat kesalahan mohon dimaklumi, karena tulisan ini dibuat berdasarkan informasi yang diserap oleh penulis dan penulis juga bergerak di bidang psikologi bukan bidang hukum. namun jika ada kritik dan saran sangat penulis hargai demi mencapai informasi yang benar. 




Rabu, 15 Januari 2014

KEINDAHAN UNTUK INDONESIAKU

Tulisan ini terinspirasi oleh tukang sapu di lingkungan UNS yang selalu membersihkan lingkungan UNS setiap pagi sampai menjelang siang, mereka melakukan hal tersebut selain karena tugasnya tetapi juga untuk membuat lingkungan UNS menjadi lebih indah. juga kepada pak anies baswedan yang dengan quotenya (“saya tetap membersihkan sepatu saya walaupun saya tau akan kotor kembali, akan karena itu tugas saya”) beliau berkata hal tersebut karena beliau cinta akan keindahan, lalu saya juga terinspirasi oleh setiap orang-orang yang selalu ingin menjadi lebih baik dalam hidupnya, mereka melakukan tersebut karena ingin menciptakan keindahan yang pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi diri mereka.
 “manusia diciptakan untuk berbuat keindahan di muka bumi”-pak SetyoBudi-
Banyak definisi tentang manusia, mulai dari manusia itu sebagai makhluk sosial, makhluk individu, makhluk ekonomis, makhluk omnivora, dll. Apapun definisi tentang manusia itu bergantung kepada persepsi kita dalam memandang manusia melalui ilmu. Jadi semua pernyataan tentang definisi manusia itu adalah benar asalkan didasari oleh ilmu sebagai cara kita memandangnya.
Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang manusia sebagai makhluk yang diciptakan untuk berbuat keindahan dimuka bumi ini. keindahan yang dimaksud dalam tulisan ini bukanlah keindahan yang hanya memiliki satu definisi saja, akan tetapi keindahan disini memiliki banyak definisi yang pada intinya adalah sesuatu yang baik.
Seperti yang telah dicantumkan pada quote diatas bahwa manusia adalah makhluk yang dapat menciptakan keindahan dimuka bumi, sebagai contoh orang yang ingin menjadi lebih baik lagi setiap harinya adalah orang yang berbuat keindahan, menyanyi adalah keindahan, berpolitik adalah keindahan, menyeru pada kebaikan adalah keindahan, menuntut ilmu adalah keindahan, menjaga keamanan dan ketertiban adalah keindahan, berlaku jujur adalah keindahan, berprilaku berbangsa dan bertanah air adalah keindahan, berinovasi adalah keindahan, membantu adalah keindahan dan masih banyak lagi contoh keindahan yang dapat dibuat oleh manusia.
Dengan menciptakan keindahanlah manusia memiliki nilai lebih yang pada akhirnya membuat manusia itu dapat disebut berharga atau tidak berharga, berhargapun masih ada tinggkatannya yaitu berharga rendah atau berharga tinggi, Jika kita ingin berharga tinggi  tentu saja kita harus banyak menciptakan keindahan.
Selain berharga rendah atau berharga tinggi, kita pun masih mempunyai pilihan untuk menjadi hanya berharga dimata manusia ataupun dimata Tuhan, walaupun tingkat korelasi antara berhaga dimata manusia akan membuat kita berhara dimata Tuhan juga akan tetapi hal ini tetap patut diperhitungkan, karena mungkin saja manusia yang sudah berharga dimata manusia belum tentu dapat berharga dimata Tuhan karena mungkin belum memiliki keimanan. contohnya adalah Albert Einstein, beliau adalah seorang yang berharga dimata manusia dengan banyak penemuan dan rumus-rumus yang membuat maju peradaban manusia, contohnya yang paling fenomenal adalah rumus e=MC2 sebuah rumus yang merubah hidup manusia. Sebuah rumus yang pada akhirnya menciptakan “little boy” sebuah bom atom yang meluluhlantakan Jepang pada perang dunia kedua. Namun bukan karena bomnya itu yang membuat Albert Einstein belum tentu berharga dimata Tuhan, namun karena ia adalah seorang yang tidak beragama. Walaupun beliau pernah berkata:
agama tanpa sains adalah timpang, sains tanpa agama adalah buta”-albert einstein-

Perintah agama
Dalam surat ar-Rum ayat 41, Allah SWT berfirman:
 "Telah nyata kerusakan di darat dan di laut dari sebab perbuatan tangan manusia, supaya mereka deritakan setengah dari apa yang mereka kerjakan, mudah-mudahan mereka kembali."-Q.S Ar-Rum:41-
Dalam surat diatas secara eksplisit sesungguhnya Allah SWT telah menyuruh manusia untuk menciptakan keindahan dimuka bumi dengan menampakkan contoh kerusakan yang telah manusia lakukan dimuka bumi. Setiap detik manusia lahir dimuka bumi adalah untuk memperbaiki kerusakan tersebut dengan menciptakan keindahan. Allah memberikan contoh kerusakan nyata yang manusia lakukan di darat dan dilaut karena Allah ingin menyuruh kepada manusia untuk menghentikkan kerusakan tersebut dengan berbuat keindahan.
Dalam hadist juga menyebutkan bahwa Allah itu mencintai keindahan, yaitu:
"Sesungguhnya Allah adalah dzat yang maha indah dan mencintai keindahan". (HR. Thabrani dan Al Hakim)
Dengan hadist tersebut jelaslah bahwa Allah sesungguhnya secara tidak langsung menyuruh kepada manusia untuk selalu berbuat keindahan. Dengan berbuat keindahan maka Allah akan mencintai orang tersebut karena sesungguhnya Allah mencintai keindahan.
Walaupun ditulisan ini hanya dibahas tentang perintah dari agama islam tetapi tidak menutup kemungkinan didalam ajaran agama-agama lain juga menyeru kepada umatnya untuk selalu berbuat keindahan dimuka bumi.
Orang-orang yang merusak keindahan
Dizaman sekarang sudah banyak orang yang telah merusak keindahan dimuka bumi. Kita selama ini telah dihadapkan kepada persoalan pelik dinegeri ini. adanya koruptor yang mengkorupsi uang rakyat sehingga membuat kesejahteraan rakyat menurun. Lalu ada illegal logging yang membuat bencana alam seperti banjir dan tanah longsong sehingga menimbulkan korban nyawa yang tak bersalah. Selain itu kita pun masih dihadapkan kepada persoalan “gencet-gencetan” elite politik menjelang pemilu yang mungkin saja dengan hal tersebut membuat mereka lupa terhadap tugas dan kewajibannya untuk melindungi dan mensejahterakan rakyat. Belum lagi jika melihat keadaan dari rakyat Indonesia yang masih bermental malas, tidak peduli, tidak ingin bekerja keras sehingga lengkaplah kerusakan yang dibuat bangsa Indonesia mulai dari pemimpinnnya sampai rakyatnya.
Selain masalah pelik diatas, masih ada lagi masalah yang lebih pelik dalam kehidupan bangsa ini, yaitu rakyat menyalahkan pemimpinnya, pemimpin juga menyalahkan rakyatnya. Rakyat menyalahkan pemimpinnya atas keadaan yang ada pada dirinya, jika dia miskin maka dia menyalahkan korupsi, jika dia dipenjara maka dia menyalahkan hukum, jika dia tidak berilmu maka dia menyalahkan kebijakan yang membuatnya tidak bisa mendapatkan ilmu, padahal mereka hanya perlu untuk berusaha lebih karena telah banyak contoh orang-orang yang hidup di negeri ini dengan usaha lebih dapat memperoleh sukses yang merubah kehidupan mereka.
Lalu pemerintah juga menyalahkan rakyatnya. Rakyat tidak patuh terhadap kebijakan yang mereka buat dan Rakyat tidak mau turut serta dalam pembangunan, padahal usaha pemerintah untuk mensosialisasikannya saja masih kurang. Dan masih banyak lagi bentuk salah-menyalahkan antara pemerintah dan rakyatnya dinegeri ini. dan semua itu merupakan bentuk merusak keindahan. Padahal jika antara masyarakat dan pemerintah mau bersatu, bersinergi untuk membangun bangsa ini maka hal tersebut merupakan upaya menciptakan keindahan.
Lalu bagaimana kita mau dianggap berharga dan diberi pertolongan oleh Tuhan jika kita masih berbuat kerusakan di tanah Indonesia ini. dengan keadaan yang seperti ini sangat sulit untuk merubah keadaan bangsa ini menjadi lebih baik, karena perubahan yang lebih baik sesungguhnya harus dimulai dari orang-orang yang terlibat dalam perubahan tersebut seperti yang telah difirmankan dalam Al-Quran surat Ar-Raad ayat 11: “sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubah keadaan yang ada pada dirinya.”
Dan pada akhirnya, penulis hanya bisa berusaha, mengajak serta berdoa supaya semakin banyak manusia terutama di bangsa ini yang ingin berbuat keindahan untuk bangsa ini sehingga bangsa ini berharga dimata manusia maupun dimata Tuhan. Dengan berharganya bangsa ini dimata manusia dan terutama dimata Tuhan maka diharapkan bangsa ini dapat menjadi bangsa yang besar, maju, dan diperhitungkan dalam pergaulan global. Selain itu bangsa ini dapat hidup sejahtera dan makmur dengan usaha mereka sendiri.


Rabu, 08 Januari 2014

WANITA UNTUK INDONESIA

didunia ini tidak akan pernah lepas dari peran wanita. Sebagaimanapun zaman berubah, peran wanita tidak akan pernah luntur atau bahkan hilang. Mulai dari hal-hal kecil seperti urusan rumah tangga sampai urusan negara pasti akan selalu melibatkan peran wanita didalamnya. Jika melihat didalam sejarah peradaban manusia, kita dapat melihat begitu banyaknya keterlibatan wanita didalamnya.

Di Indonesia peran wanita sudah terlihat jauh sebelum masa penjajahan tepatnya dizaman kerajaan, dimana wanita saat itu juga sudah memegang peranan penting dalam menuliskan sejarah peradaban pada waktu itu. Mulai dari kebangkitan sebuah kerajaan sampai keruntuhan sebuah kerajaanpun tidak lepas dari keterlibatan wanita didalamnya. Lalu dizaman penjajahan yang berlangsung kurang lebih 350 tahun lamanya, bisa dilihat keterlibatan wanita Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan baik untuk kaumnya, daerahnya maupun bangsa dan Negaranya. Bisa dilihat dari tokoh-tokoh wanita seperti R.A Kartini yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sekaligus memperjuangkan hak-hak wanita pada saat itu yang semangatnya sampai sekarang masih menggema kepada para Kartini zaman moderen setidaknya setiap 21 April setiap tahunnya. Kontribusi R.A Kartini sampai saat ini yang fenomenal adalah buku ‘habis gelap terbitlah terang’ yang merupakan terjemahan dari buku Door Duisternis tot Licht  diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1922 melalui Empat Saudara yang salah satunya adalah Armijn Pane.

Selain itu masih ada lagi keterlibatan wanita-wanita Indonesia dalam memperjuangkan hak kaumnya, daerahnya serta hak kemerdekaan bangsa dan Negaranya seperti Cut Nyak Dien dan Cut Meutiah yang berasal dari Aceh,Dewi Sartika yang merupakan perintis pendidikan wanita, Nyi Ageng Serang yang terlibat dalam perang Dipenogoro, Malahayati pejuang perang Aceh yang merupakan Laksamana wanita pertama, Martha Christina Tiahahu yang merupakan pejuang perang Pattimura, dan masih banyak lagi.

Lalu memasuki zaman Proklamasi atau sesudah kemerdekaan, keterlibatan wanita tidak turut menyusut bahkan keterlibatan wanita dalam perjuangan di Indonesia semakin besar dan semakin meluas. Contoh nyata adalah istri dari Presiden Pertama Indonesia yaitu Ibu Fatmawati yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih. Selain itu ada nama-nama lain seperti Dita Indah Sari Pejuang kaum buruh, H.R Rasuna Said yang memperjuangkan persamaan hak antara pria dan wanita. Menjelang Reformasi pada tahun 1998 ada nama Yeni Rosa Damayanti seorang aktivis Reformasi yang dengan berani menuntut Presiden Soeharto pada masa itu diseret kedepan sidang istimewa MPR sehingga ia harus dipenjara selama 1 tahun akibat keberaniannya. Dibidang akademisi dan Ahli ada nama Miranda Goeltom yang menjadi ahli dibidang ekonomi serta memperoleh jabatan sebagai Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia. Tidak sampai disitu saja, dibidang olahraga pun wanita Indonesia turut memberi sumbangsih yang banyak antara lain Susi Susanti peraih medali Emas dalam olimpiade, Alexandra Asmasoebrata yang merupakan pilot jet darat wanita pertama dari Indonesia. Dibidang pengusaha dan bisnis ada nama yang terkenal seperti Nyonya Meneer dan Martha Tilaar yang produknya sampai saat ini masih digunakan oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Dibidang seni ada nama seperti Titiek Puspa yang lagunya populer sampai saat ini, Kontribusi lainya dibidang seni diberikan oleh artis muda sekaligus penyanyi yang sudah Go International yaitu Agnes Monica, karir dan prestasinya sudah tidak dapat diragukan lagi sehingga turut mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional. Pada puncaknya peran wanita dalam perkembangan zaman di Indonesia terjadi ketika Ibu Megawati Soekarno Putri diangkat menjadi Presiden wanita Pertama di Indonesia.

Lalu setelat sederet nama tokoh wanita diatas disebutkan apakah peran wanita akan berkurang atau menghilang? Tentu saja tidak, dizaman sekarang banyak wanita-wanita Indonesia turut berkontribusi besar dalam pembangunan bangsa ini. Baru-baru ini ditemukan aplikasi Penerjemah Tangisan Bayi yang diciptakan seorang wanita yang berprofesi sebagai Staff pengajar program keahlian Manajemen Informatika dan Teknik Komputer di IPB, Bogor. Ia menciptakan aplikasi ini sebagai wujud kepeduliannya terhadap wanita-wanita di Indonesia dalam mengurus bayinya. Inspirasi awalnya ketika ia mengandung anak pertamanya. Dibidang kepolisian ada nama Briptu Eka Frastya yang setiap kali tampil dilayar kaca untuk melaporkan kondisi lalu lintas melalui NTMC (National Traffic Management Center) Polda Metro Jaya. Dan masih banyak lagi peran Kartini Modern pada zaman sekarang ini.

Dengan melihat fakta-fakta diatas sudah tentu kita tidak bisa meremehkan atau mengecilkan lagi peran kaum wanita saat ini, seharusnya saat ini kaum wanita harus dilibatkan dan terlibat dalam banyak hal baik menyangkut urusan dibidang keluarga, pendidikan, seni, budaya, bahkan politik. Karena peran wanita saat ini tidak akan pernah lepas dalam perkembangan bangsa ini.

Mulai dari bidang keluarga, saya merasakan betul peran seorang wanita yang dipanggil ibu atau mamah (saya menyebutnya) dalam rumah tangga. Kehadiran sesosok ibu dala keluarga saya telah banyak memberi dampak yang sangat besar. Melalui pengasuhannya saat saya kecil, pengertiannya, pengajarannya, prilakunya, tindakannya, dan peran sosialnya didalam masyarakat telah memberikan banyak inspirasi dan perubahan yang besar kepada diri saya. Bahkan sayapun berani mengatakan “segala sumber moral dan tingkah laku seseorang, selalu dimulai dari kehidupan keluarganya. Baik keluarga tersebut baik pulalah seseorang, begitu juga sebaliknya.”-Rezky-. Sudah banyak contoh dimana sosok ibu melahirkan pemimpin-pemimpin besar salah satunya adalah Abraham Samad, Ketua KPK, yang pada saat SD nya telah diberikan pengajaran Integritas oleh Ibunya melalui 5 keping kapur. Karena kasus 5 keping kapur itulah yang mungkin bisa membuat seorang sosok Abraham Samad dapat menduduki posisi tertinggi di KPK.

Dibidang pendidikan seorang sosok guru yang biasa didominasi oleh kaum wanita juga turut serta memberikan sumbangsih besar kepada bangsa ini. Seorang sosok guru selain menanamkan ilmu-ilmu yang kelak berguna bagi setiap insan didik juga menanamkan karakter yang kegunaannya bukan hanya dimasa depan, tetapi saat inipun karakter sangat berguna bagi manusia seperti yang pernah dikatakan oleh Bung Hatta dalam pidatonya tahun 1957:

”Dalam memelihara dan memajukan ilmu, karakterlah yang utama, bukan kecerdasan. Kurang kecerdasan dapat diisi, kurang karakter sukar memenuhinya seperti ternyata dengan berbagai bukti di dalam sejarah. Kecerdasan dapat dicapai dengan jalan studi oleh orang yang mempunyai karakter….”

Dan pendidikan karakter yang saya dapatkan disekolah mulai dari jenjang TK sampai Universitas berasal dari para guru-guru yang umumnya didominasi oleh kaum perempuan. Saya masih ingat betul bagaimana guru matematika saya di SMP mengajarkan tentang integritas dalam hitung-hitungan matematika. Lalu saya juga masih ingat betul guru di SMA yang sampai saat ini saya masih merindukan diajar oleh beliau lagi karena cara beliau mengajar dan menanamkan nilai, moral dan karakter dalam setiap pembelajarannya. Lalu oleh guru Kewarganegaraan di SMA saya belajar apa itu kasih sayang dalam mendidik siswa-siswanya, disaat guru-guru lain tidak kuat dengan kelakuan salah satu siswa, guru ini dengan sabar dan ikhlasnya berusaha membimbing siswa ini untuk menjadi lebih baik lagi.

Oleh karena itulah, peran wanita yang tidak akan pernah lepas dari perkembangan zaman ini harus selalu diwariskan kepada penerus-penerusnya. Sekarang menjadi tantangan bagi setiap wanita di Indonesia untuk meneruskan perjuangan wanita sebelumnya dalam bidang apapun, baik itu pendidikan, penelitian, kesenian, kebudayaan, bisnis, maupun politik, bukan tidak mungkin jika suatu saat negeri ini akan kembali dipimpin oleh sebagian besar kaum wanita.

Cara termudahnya untuk mewariskan perjuangan wanita sebelumnya adalah dengan mengenal diri sendiri, passion, bakat, minat, kemampuan lalu fokus dan berdedikasi kepada bidangnya serta tidak lupa berdoa. Apapun yang kalian inginkan insyaAllah akan tercapai.

bangkitlah wahai kartini reformasi, zamanmu menanti, meminta, menuntut kontribusi darimu. Janganlah terlelap oleh kenikmatan duniawi yang membuat kaummu semakin lemah, tetapi manfaatkanlah kenikmatan yang ada itu sebagai motivasi perjuanganmu. Jika sudah pada waktunya, bimbinglah bangsa dan negeri ini menjadi bangsa yang lebih baik dan disenangi oleh kawan disegani oleh lawan. Hidup wanita Indonesia”-Rezky-

Tulisan ini dibuat sebagai bentuk terimakasih penulis terhadap kontribusi wanita dalam kehidupan pribadi penulis. Wanita yang telah memberikan pendidikan nilai, moral, dan ilmu-ilmu yang berguna bagi penulis. Wanita yang telah memotivasi penulis untuk selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Wanita yang dalam peranan sosialnya mencontohkan penulis untuk selalu bermanfaat bagi orang lain. Wanita yang selalu ada untuk mendampingi dan menjaga penulis baik diwaktu kecil maupun sampai saat ini. Sosok wanita yang lembut dan penuh kasih sayang. Terima kasih wanita Indonesia


Minggu, 05 Januari 2014

HALL OF FAME


“yeah, you could be the greatest,  You can be the best,
  You can be the kingkong, banging on your chest”

Judul hall of fame diatas sebetulnya merupakan sebuah judul lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh band asal Irlandia yaitu the script. Lagu ini mengisahkan tentang setiap orang bisa menjadi apapun seperti yang mereka kehendaki, ingin menjadi pilot, politikus, pengacara, dokter, guru, bahkan sampai astronot sekalipun. Lagu ini telah mengispirasi banyak orang-orang didunia .

You could beat the world,  You could beat the war
  You could talk to god, go banging on his door”

                Akan tetapi disini saya tidak akan membahas tuntas tentang lagu ini, ataupun betapa lagu ini menginspirasi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan ingin menggapai cita-cita saya. Ditulisan ini dan dengan lagu ini saya akan mencoba untuk berbagi inspirasi tentang menggapai mimpi dan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

you can throw your hands up, You can beat the clock
  You can move the mountain, You can break rocks,
  You can be the master, Dont wait for luck
  Dedicate yourself and you can find yourself”

                Pada dasarnya manusia memiliki kemampuan untuk menjadi apapun yang mereka inginkan, coba kita kilas balik pada saat dimana manusia belum menemukan roda, belum menemukan kendaraan, belum menemukan alat telekomunikasi, belum bisa keluar angkasa dan lain sebagainya sampai akhirnya dizaman sekarang ini manusia telah memiliki kemampuan untuk menghasilkan mimpi-mimpi mereka. Sekarang manusia sudah dapat berkendara, berkomunikasi, bahkan menjelajah angkasa. Manusia mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk menjadi dan menggapai apa yang mereka inginkan. Salah satu kuncinya ada di lirik lagu diatas yaitu “dedicate yourself and you can find yourself”. Kalian hanya perlu mendedikasikan diri anda menjadi apa yang anda mau dan anda akan menemukan jalan anda menjadi apa yang anda inginkan.

"anda dikelilingi oleh orang-orang yang luar biasa. sekarang terserah anda, mau jadi bagian dari orang yang luar biasa atau menjadi pecundang diantara orang-orang yang luar biasa"-Rezky-

                Mungkin saja pernyataan saya diatas tidak sepenuhnya benar, akan tetapi coba anda lihat lebih dalam lagi dengan keadaan disekitar anda. Anda akan melihat begitu banyak orang-orang hebat dan luar biasa mengelilingi anda, akan tetapi karena anda kurang peka anda tidak dapat melihat begitu banyak orang luar biasa disekitar anda. Orang-orang yang luar biasa itu jumlahnya tidak sedikit, melainkan banyak orang-orang disekitar anda dipenuhi dengan bakat-bakat dan karunia yang luar biasa.

                Lalu, pilihan yang anda punya sekarang adalah ingin menjadi bagian dari orang-orang yang luar biasa tersebut, atau hanya menjadi pecundang diantara orang-orang yang luar biasa?

                Setelah sadar akan begitu banyaknya orang-orang yang luar biasa yang mengelilingi anda, sekarang lihat kedalam diri anda sendiri, potensi apa yang anda miliki untuk menjadi bagian dari orang-orang yang luar biasa tersebut. Jika anda memiliki potensi dibidang keilmuan, kedokteran, politik, inspirator, atlet atau apapun itu maka kembangkanlah potensi tersebut. Seperti yang telah dikemukakan diatas “dedicate yourself and you can find yourself”.

                Setelah menemukan potensi, bakat dan kemampuan anda, sekarang silahkan mengembangkannya. Mungkin akan banyak halang rintangan yang akan dihadapi kedepannya, akan tetapi jika anda tidak mampu menghadapi halang rintang tersebut maka anda tidak akan mencapai apa yang anda inginkan sekalipun anda memiliki potensi, bakat dan kemampuan. Anda selalu mempunyai pilihan untuk bangkit disaat anda terjatuh, anda selalu punya pilihan untuk berjalan atau berlari mengejar mimpi anda, anda selalu mempunyai pilihan untuk lanjut atau berhenti dalam menggapai cita-cita anda. Dan semua itu akan menjadi buah yang dapat dipetik saat buah itu telah siap untuk dipetik.

                Pilihan untuk menjadi dokter, insyinyur, guru, pelukis, astronot, politikus, wirausahawan bahkan presidenpun anda dapat raih. Sekarang tinggal usaha yang anda lakukan untuk menuntun diri anda menuju apa yang anda inginkan.

“standing in a hall of fame, and the world’s gonna know your name,
 Cause your burn with the brightest flame, and the world’s gonna know your name,
And you’ll be on the walls of the hall of fame”

                Sudah banyak contoh didunia ini baik dimulai dengan kehidupan yang sangat miskin sampai sangat kayapun semua orang dapat sukses. Semua orang mempunyai hak untuk ada di the walls of the hall of fame, karena semua orang bisa dan mampu mewujudkannya. Semua itu bukan terjadi karena kebetulan semata, akan tetapi semua itu merupakan wujud dari semua usaha yang kita lakukan untuk menggapainya.

“Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik  yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan.”-Harun Yahya-

                Begitu banyak keajaiban akan tetapi bukan sebuah kebetulan dalam kehidupan ini, semuanya merupakan usaha yang kita lakukan untuk memperoleh keajaiban tersebut. Saya sampai saat ini masih terinspirasi oleh kata-kata Andrea Hirata dalam buku Endensor “bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi itu”, keajaiban itu bisa saja datang setelah Tuhan sudah memeluk mimpi kita dan kita sudah berusaha untuk meyakinkan Tuhan untuk memeluk mimpi-mimpi kita. Yang jelas semua usaha anda tidak ada yang sia-sia.
“aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku kehidupan yang ujungnya tidak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar kearah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang demintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan saripati hidup!”-Andrea Hirata, Edensor-

                Pada akhirnya, silahkan cari potensi, bakat, kemampuan anda, kembangkan dan dedikasikan hidup anda dalam mimpi-mimpi tersebut sampai anda menemukan diri anda sebenarnya, arungi kehidupan dan nikmati setiap usaha dan jerih payah anda dalam mewujudkan mimpi-mimpi tersebut sampai Tuhan yakin bahwa mimpi tersebut adalah pantas sehingga Tuhan pun memeluk mimpi anda, dan bersiaplah berada di HALL OF FAME.


Jumat, 27 Desember 2013

Saya dan Status Mahasiswa Baru


Tulisan ini merupakan curahan hati seorang mahasiswa baru yang baru saja melewati semester satu disebuah universitas negeri di kota solo. Bukan sebuah tulisan yang serius, akan tetapi lebih kepada pandangan seorang penulis terhadap gejala-gejala yang selama ini penulis tangkap dalam kehidupan disemester satu. Enjoy!!!

Tak terasa betul satu semester ini telah dilewati, masuk kesemester ini pun merupakan sesuatu yang sangat tidak sengaja dan sangat tidak pernah diduga sebelumnya. Saya dulu bercita-cita menjadi seorang perwira dengan pangkat di bahunya beserta kegagahan lain layaknya seorang perwira. Bahkan untuk mewujudkan cita-cita tersebut, saya harus merelakan 1 tahun hanya untuk memenuhi syarat yang diminta oleh panitia penyeleksi.

Tapi apa daya jika nasib tahun ini tidak kunjung membawa saya kepada cita-cita yang saya inginkan. Lalu apakah saya harus menyerah dengan sebuah kenyataan bahwa saya mengalami suatu kegagalan? Dalam bukunya Prie G.S berkata ada 4 cara untuk menghadapi kegagalan, cara yang pertama adalah sakit menghadapi kegagaln tersebut dan menghibur diri dengan memberikan nasihat-nasihat bijak. Lalu cara kedua dengan cara memprotes keputusan panitia penyeleksi, tapi cara ini bukanlah cara saya dalam membuat hati saya tentram setelah mengalami kegagalan.

Cara yang ketiga agak sedikit tidak waras dan lebih baik jangan dilakukan, yaitu berpura-pura lulus seleksi dan membeli sebuah seragam layaknya seorang perwira. Atau cara terakhir yaitu cara yang saya pilih,yaitu menikmati kegagalan ini dengan berkata saya boleh gagal dalam sebuah seleksi, tapi saya tidak akan gagal dalam hidup. Itulah yang saya pegang teguh selama ini dan mungkin juga yang membuat saya dapat menjadi seorang mahasiswa.

Dengan menikmati sebuah kegagalan tersebut, saya mengambil banyak hikmahnya, yaitu berat badan saya menjadi ideal, saya menjadi lebih disiplin, saya menjadi lebih tangguh, menjadi lebih kritis dan peka terhadap keadaan, dan yang terakhir mengubah persepsi dalam hidup saya bahwa hidup saya tidak harus selalu menjadi militer akan tetapi jika saya ingin menjadi warga sipil pun saya bisa sukses layaknya seorang perwira.

Status sebagai mahasiswa baru tidaklah buruk seperti yang selama ini saya bayangkan, bahkan status mahasiswa baru ini menambah khazanah pengetahuan yang saya miliki. Mengubah persepsi, mengubah ideologi, mengubah cara pikir, dan menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelum-sebelumnya. Sebagai contoh dulu saya berpikir bahwa sebuah aksi demonstrasi adalah hal yang sangat mengganggu dan tidak bermanfaat, akan tetapi setelah saya menjadi mahasiswa, saya melihat sebuah aksi ini sangat perlu dinegara yang “katanya” menjunjung tinggi demokrasi. Sekaligus aksi ini sebagai salah satu cara untuk mengawal pemerintahan yang ada dinegara ini.

Bahkan tidak hanya sekedar mengawal, akan tetapi aksi ini juga sebagai sarana refleksi bagi diri sendiri bahwa masalah dinegara ini sangat pelik dan butuh penyelesaiannya, dan bagaiamana penyelesaiannya? Yaitu mahasiswa dan pemuda-pemuda lainlah yang akan menjadi cikal bakal pemimpin bangsa ini kedepannya. Ditangan para pemuda inilah nasib bangsa Indonesia digantungkan. Seberapa besar kualitas pemudanya akan sangat menentukkan nasib bangsa ini kedepannya.

Hanya cukup sampai disana? Tentu tidak, aksi pun mengingatkan kita bahwa perjuangan itu tidaklah mudah, karena dalam menjalani sebuah aksi, kita akan mendapat pujian dan lebih banyak cacian dari orang-orang yang awam dan apatis terhadap aksi ini. Selain itu aksi juga merupakan sebuah bentuk kepedulian kita bagi negara ini. Aksipun dapat memunculkan banyak solusi-solusi kecil yang akan membantu negara ini berkembang, tidak perlulah kita membuat solusi-solusi besar karena solusi-solusi kecilpun pada akhirnya akan berkembang menjadi solusi besar, ambil contoh seperti “Indonesia Mengajar” yang digagas calon presiden 2014 yang juga rektor Universitas Swasta terkenal.

Selain mengubah paradigma saya, menjadi mahasiswa pun ternyata seperti sebuah kehidupan yang saya nanti-nantikan, karena dengan menjadi mahasiswa, saya dapat dengan bebas mengeluarkan pikiran-pikiran saya walaupun hanya melalui sebuah tulisan. Dengan status mahasiswa pula kita dapat lebih banyak berinteraksi dengan banyak orang yang memiliki persepsi, pandangan, paradigma, ideologi masing-masing, sehingga hal ini seperti layaknya Universitas Terbuka dimana Dosennya pun berasal dari kalangan apapun asalkan kita mau menerima mereka untuk memberikan ilmunya kepada kita. Jika kita hanya pasif menunggu, jelaslah bahwa akan sulit bagi kita untuk mendapatkan ilmu seperti ini.

Status mahasiswa pun menjadikan saya lebih bijak dalam melihat dan mengambil sebuah peluang dan keputusan. Hal yang selama ini sangat sulit didapatkan dalam kehidupan saya sebelumnya. Dengan berbagai macam kegiatan-kegiatan yang ada di kampus, maka kita harus dengan bijak menyeleksinya agar ilmu yang ingin kita dalami dan kita ambil dapat kita dapatkan secara utuh. 

Sangat sayang bagi seorang mahasiswa jika hanya diam dikost, belajar dari buku-buku yang mungkin dimasa mendatang teori dari buku tersebut sudah tidak berlaku lagi, mengejar sebuah IP, dan lulus sebagai mahasiswa biasa saja tanpa meninggalkan kesan yang berbekas dibangku kuliah. Ibarat seekor kuda yang memakai kacamata kuda, pandangannya hanya lurus kearah yang diinginkan pawangnya, tanpa bisa melihat potensi kebahagiaan dikanan dan kirinya. 

Lalu apakah salah menjadi seorang yang seperti itu? Tentu tidaklah salah, karena setiap orang mempunyai caranya untuk menentukkan jalannya masing-masing, atau biasa kita sebut sebuha passion dan mereka juga mempunyai prioritas yang harus didahulukan daripada harus aktif dikampusnya. Bisa jadi mahasiswa seperti ini tidak aktif dikehidupan kampus, tetapi dia aktif dikehidupan sosial secara langsung.

Pada akhirnya, sebagai seorang mahasiswa baru yang secara tidak sengaja terjebak didunia kampus ini mengambil kesimpulan bahwa mahasiswa itu bebas, bebas menentukan passion kita, bebas menentukkan prioritas kita, bebas menjadi apa saja yang kita inginkan. Hal inilah yang selama ini diperjuangkan oleh mahasiswa-mahasiswa dizaman Orde Baru, dimana mereka tidak bisa berkembang dan tidak bisa bebas. Selain itu inilah yang bisa disebut sebagai pengamalan nilai-nilai demokrasi.